Teringat tulisan Saya dulu
"Suatu kesalahan yang di tanggapi dengan kesalahan berikutnya karena arogansi, emosi, dan sulut provokasi sering membuat yang benar pada awalnya menjadi salah pada akhirnya. Kesalahan harus di tanggapi dengan cara yang benar, tergantung siapa yang lebih dewasa dan berjiwa besar "
Sabtu, 07 September 2013
Maka Saya Lebih Baik
Diam
Jika saya bercerita sekarang,
Maka itu hanya akan membuat sebagian orang memaklumi saya,
Dan sebagian lagi akan tetap menyalahkan saya,
Tetapi itu juga akan membuat mereka memaklumi dunia yang
seharusnya tidak dimaklumi,
Dan tidak ada yang dapat menjamin apakah semua dapat memetik
hal yang baik dari kemakluman itu, Atau hanya akan mengikuti keburukannya
Maka lebih baik saya diam.
Jika saya bersuara sekarang,
Maka itu akan membuat,
Saya terlihat sedikit lebih baik,
Dan beberapa lainnya terlihat lebih buruk sebenarnya,
Maka saya lebih baik diam.
Jika saya berkata sekarang,
Maka akan hanya ada caci maki,
Dari lidah ini,
Dan teriakan kasar tentang kemuakan,
Serta cemoohan hina pada keadilan,
Maka saya lebih baik diam.
Saya hanya akan berkata pada Tuhan, bersuara pada yang
berhak,
Berkata pada diri sendiri,
Lalu diam kepada yang lainnya,
Lalu biarkan seleksi Tuhan, Bekerja pada hati setiap orang.
Sabtu, 27 Juli 2013
PENYAIR
PENYAIR
Penyair adalah orang yang tidak bahagia, kerana betapa pun
tinggi jiwa mereka,
mereka tetap
diselubungi airmata.
Penyair adalah adunan kegembiraan dan kepedihan dan
ketakjuban, dengan sedikit kamus.
Penyair adalah raja yang tak bertakhta, yang duduk di dalam
abu istananya dan cuba membangun khayalan daripada abu itu.
Penyair adalah burung yang membawa keajaiban. Dia lari dari
kerajaan syurga lalu tiba di dunia ini untuk berkicau semerdu-merdunya dengan
suara bergetar. Bila kita tidak memahaminya dengan cinta di hati, dia akan
kembali mengepakkan sayapnya lalu terbang kembali ke negeri asalnya.
Langganan:
Komentar (Atom)